Tampilkan postingan dengan label mobile banking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mobile banking. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 September 2008

Aplikasi M-Banking (Kelemahan dan Kelebihan)



MOBILE Banking (M-Banking) muncul pertama kali sebagai SMS Banking dengan didasari prinsip Internet Banking, yakni mengakses bank dan jasa-jasanya kapanpun dan dimanapun. Beberapa bank besar di Indonesia sudah menerapkan teknologi M-Banking ini sejak lama, namun pengguna jasa M-Banking hingga saat ini masih jauh dari jumlah yang memuaskan, kurang dari 10% dari total nasabah yang ada di Indonesia. Padahal sebuah survey pernah menyatakan, 40% dari pemakai ponsel menginginkan fitur M-Banking. Mengapa demikian? Apakah jasa yang ditawarkan kurang bagus? Ataukah sebenarnya nasabah tidak tahu mengenai adanya jasa ini?

M-Banking menawarkan beberapa jasa yang cukup menarik, dan berdasarkan jenisnya, jasa biasanya dibagi menjadi dua, yakni jasa pull-based dan jasa push-based. Jasa pull-based merupakan jasa yang ditawarkan oleh pihak bank dimana nasabah secara langsung meminta jasa yang ditawarkan, sedangkan push-based adalah jasa berdasarkan persetujuan pihak nasabah dan bank dimana bank akan mengirimkan informasi-informasi yang dibutuhkan nasabah secara berkala atau berdasarkan aturan tertentu.

Contoh jasa pull-based yang diterapkan bank-bank di Indonesia antara lain adalah transfer dana, pembayaran tagihan (listrik, telepon, air, dll), pembelian voucher, ataupun perdagangan saham. Selain jasa-jasa berdasarkan transaksi diatas, jasa pull-based juga mencakup permintaan akan Informasi Saldo dan Catatan Transaksi. Sedangkan untuk jasa push-based, biasanya berupa notifikasi-notifikasi yang secara otomatis akan langsung diterima di ponsel nasabah apabila terjadi aktivitas pada rekening yang bersangkutan, yakni notifikasi Deposit/Penarikan dalam jumlah minimum tertentu, notifikasi Saldo Minimum, dan notifikasi Pembayaran Tagihan. Jasa ini akan sangat berguna, misalnya seorang nasabah kehilangan kartu ATM tanpa sadar dan disalahgunakan oleh orang lain. Dengan menerima notifikasi, maka nasabah dapat mengetahui telah terjadi penarikan uang tanpa otorisasinya dan dapat memblokir kartu ATM sebelum tabungannya dibobol habis.

Jika dilihat dari segi teknologi, M-Banking biasanya dibedakan menjadi empat tipe jasa layanan. Tipe pertama adalah dengan menggunakan Interactive Voice Response (IVR) atau biasanya lebih sering disebut sebagai phone-banking ketimbang M-Banking, karena nasabah harus menelpon untuk kemudian dipandu oleh pesan elektronik di dalam memilih menu-menu transaksi lewat telepon. Tipe layanan kedua adalah dengan menggunakan SMS sebagai basis teknologinya. Layanan berbasis SMS dipadukan dengan sim toolkit pada sim card masing-masing operator sehingga akses layanan bisa melalui menu tidak perlu mengetik perintah lewat SMS.

WAP sebagai tipe layanan ketiga merupakan layanan M-banking yang mereplika internet banking ke dalam sebuah ponsel yang didukung oleh teknologi WAP. Layanan yang disediakan mirip dengan internet banking hanya saja tampilannya lebih sederhana sehingga dapat ditampilkan pada layar ponsel. Layanan terakhir dilakukan melalui aplikasi pihak ketiga, misalnya dengan menggunakan aplikasi berbasis Java, yaitu aplikasi yang mampu menghubungkan ponsel berteknologi java dengan pihak bank melalui layanan data.Secara umum, bank-bank di Indonesia memilih teknologi SMS yang dipadukan dengan sim toolkit sebagai basis layanan. Ada juga bank yang menggunakan aplikasi java, namun masih sedikit. Dari sisi pihak bank, layanan M-banking ini akan dapat mengurangi biaya transaksi, karena telah terotomisasi lewat layanan M-banking, hingga Rp 2.000 per transaksi. Biaya pengurusan nasabah pun dapat berkurang hingga Rp 250.000 per nasabah per tahun. Selain mengurangi biaya, layanan M-banking juga bisa menjadi strategi kompetitif pihak bank untuk memberikan value added service kepada nasabahnya. Dari sisi nasabah, layanan M-banking selain dapat menghemat biaya juga dapat menghemat waktu. Nasabah tidak perlu pergi ke Bank atau mesin ATM serta tidak perlu mengantre untuk melakukan transaksi.Jika kita lihat dari sisi yang lain, kelemahan dari m-banking biasanya terletak pada kecepatan data saat melakukan transaksi yang terbilang cukup lambat (untuk m-banking berbasis SMS). Kemungkinan terbesar kurang diterimanya layanan m-banking adalah dari persepsi nasabah mengenai teknologi m-banking itu sendiri, dari persepsi cara penggunaan (mudah/tidaknya) maupun dari persepsi kegunaan (berguna/tidak) layanan ini. Tantangan terbesar bagi pihak bank, operator seluler maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan adalah bagaimana mensosialisasikan layanan ini dengan lebih intensif kepada nasabah dan masyarakat Indonesia. (Gunawan Wibisono SE M.Acc/Dosen Akuntasi Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada)-

sumber:
http://gunggu.iblog.com/post/203769/219538
Kesimpulan:
Kelebihan M-Banking:
1. bagi nasabah

  • Nasabah mengakses bank dan jasa-jasanya kapanpun dan dimanapun.

  • M-Banking menawarkan beberapa jasa yang cukup menarik.

  • nasabah dapat mengetahui telah terjadi penarikan uang tanpa otorisasinya dan dapat memblokir kartu ATM sebelum tabungannya dibobol habis. (mengantisipasi penyalahguanaan ATM oleh orang lain)

  • Layanan M-banking selain dapat menghemat biaya juga dapat menghemat waktu
2. bagi Bank
  • layanan M-banking ini akan dapat mengurangi biaya transaksi karena telah terotomisasi.

  • Biaya pengurusan nasabah pun dapat berkurang.

  • layanan M-banking juga bisa menjadi strategi kompetitif pihak bank untuk memberikan value added service kepada nasabahnya.
Kelemahan M-Banking:kelemahan dari m-banking biasanya terletak pada kecepatan data saat melakukan transaksi yang terbilang cukup lambat (untuk m-banking berbasis SMS)





[+/-] Selengkapnya...

Sistem Proteksi Transaksi Perbankan - Mobile Banking


Pada tulisan sebelumnya kita membahas beberapa celah kelemahan yang terdapat pada aplikasi yang menggunakan Ponsel, diantaranya adalah Virus dan Spyware.


Masih berkaitan dengan artikel sebelumnya tentang ‘Keamanan pada Handphone atau Ponsel’. Pada tulisan ini kita akan mengulas lebih detail tentang Sistem Proteksi Transaksi Perbankan - Mobile Banking.


Pada pertengahan tahun 90-an mungkin kita hanya menggunakan ponsel sebagai alat komunikasi (suara maupun pesan singkat). Penggunaan Ponsel saat ini makin beragam, salah satunya adalah transaksi perbankan. Beberapa bank terkemuka di Indonesia pada umumnya sudah menyediakan fasilitas SMS-Banking (BCA, BankMandiri, BNI, LippoBank, dan beberapa bank lainnya yang sudah memiliki Teknologi maupun SDM yang makin memadai dan berkembang).


Ketika anda menggunakan Ponsel untuk melakukan transaksi, jika anda adalah seorang yang aware dengan sistem keamanan, pertanyaan pertama yang muncul pastilah ‘Apakah media yang saya gunakan untuk melakukan transaksi sudah cukup aman?


Salah satu perusahaan piranti lunak yang fokus pada mobile security belum lama ini me-release sebuah solusi yang dikenal dengan istilah ‘SMobile System’. System ini mengaplikasikan konsep Smobile’s Secure Mobile Banking and Trading pada SmartPhones dan Mobile Handsets, yang bertujuan untuk melakukan proteksi terhadap Mallware dan External Attack.
Informasi terkait teknologi ini dapat diperoleh disini.


Setiap pelanggan dapat dengan nyaman melakukan transaksi karena unsur-unsur privacy dan integrity sudah terpenuhi. Tidak hanya itu, software ini di claim mampu melakukan mitigasi resiko dan identitas pencuri (thief), juga mampu mendeteksi authorized transaction pada account yang bersangkutan. Tidak hanya itu, sistem ini juga dilengkapi feature virus protection, filtering text message, spam blocking, dan beberapa sistem proteksi lainnya.


SMobile System hanya satu diantara teknologi keamanan ponsel, yang pasti teknologi lainnya akan terus berkembang.


By Wetria Hendra • September 19, 2008


[+/-] Selengkapnya...

SMS BANKING NIAGA


SMS Banking Bank Niaga
Niaga Ponsel Acces adalah layanan SMS banking dari Bank Niaga yang memungkinkan Anda bertransaksi dengan nyaman, cepat dan aman. Tak perlu mengganti SIM Card, Anda tetap dapat melakukan transaksi perbankan di mana pun dan kapan pun dengan menggunakan ponsel Anda.Layanan ini dapat dinikmati melalui 2 cara :



  • SMS : Mengirimkan sms dengan kode-kode syntax

  • Java Menu : Menu transaksi sudah tersedia di Hand Phone, sehingga Anda tidak perlu lagi menuliskan kode-kode syntax.


Syarat untuk menikmati NPA Java Menu :



  • Terdaftar sebagai pengguna Niaga Ponsel Access

  • Memiliki Handphone yang mempunyai fitur MIDP 2.0 (GSM atau CDMA)

  • Mengunduh /download aplikasi NPA Java melalui Bluetooth di cabang bank Niaga atau melalui GPRS di alamat http://www.bankniaga.com/content/npa-java.wml


Cara memperoleh Layanan
Lakukan pendaftaran fasilitas Niaga Ponsel Access di ATM Niaga atau SST Niaga. PIN transaksi dapat Anda ciptakan sendiri pada saat pendaftaran. Jangan lupa daftarkan juga nomor tagihan dan rekening yang akan digunakan pada saat transaksi di NPA.Contoh penggunaan NPA Java silahkan klik Demo Niaga e-Banking.



Fitur Pembayaran Tagihan / Pembelian Pulsa yang dapat dilakukan di Niaga Ponsel Access



  • Telkom

  • PLN Praqtis ( Jabotabek, Jabar, Jateng, Jabar )3. Selular Pascabayar ( Telkomsel, Matrix – Indosat, Lippotelecom – Khusus Jawa Timur )

  • Selular Isi Ulang ( IM3-Smart ,simPATI – Telkomsel, Mentari – Satelindo )

  • Kartu Kredit ( Bank Niaga, Citibank, HSBC, Standard Chartered, GE Finance terdiri dari GE Ekstra Mastercard, Kartu Belanja Carrefour, Sumber Kredit, Smart Shopping Card, ANZ, ABN Amro, Danamon,BNI)

  • Pinjaman :
    Citibank (Citibank Ready Cash, Citibank Personal Loan)
    ABN Amro (Personal Loan, Pinjaman Ekspres, Money Card)
    Standard Chartered Bank
    HSBC

  • TV Kabel (Kabelvision)

  • Internet (Indosatnet)

  • Pendidikan (Perbanas Surabaya, Kidsport Jakarta, BSI Jakarta)


Fitur Transaksi lainnya



  • Informasi Saldo

  • Informasi 5 Transaksi terakhir

  • Transfer ke Rekening Bank Niaga.

  • Inquiry Saldo & Redeem Point Cinta

  • Informasi Suku Bunga ( Tabungan , Giro, Deposito )

  • Informasi Kurs

  • Perubahan Kode Rekening

  • Perubahan PIN Transaksi

  • Perubahan PIN Login

  • Informasi Syntax

SUMBER: http://www.informasi-media.blogspot.com/2007/12/sms-banking-bank-niaga-niaga-ponsel.html

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 19 September 2008

BSM MOBILE BANKING GPRS


Manfaat BSM MBG:
BSM Mobile Banking GPRS (MBG) memudahkan Anda dalam melakukan transaksi perbankan dengan teknologi GPRS di ponsel Anda. Cek saldo, dan transfer antar rekening BSM, dapat dilakukan tanpa harus bernajak dari tempat Anda.


  • Mudah dan informatif: menu transaksi MBG mudah dimengerti dan mudah penggunaannya.

  • Murah: biaya transaksi sebesar biaya GPRS*+Rp500,-**

  • Fleksibel: fasilitas ini dapat dilakukan pada semua jenis SIM Card GSM dan ponsel yang menggunakan teknologi GSM.

* Biaya pulsa kurang dari Rp50,-/transaksi


** Dapat berubah sesuai ketentuan bank.
Ragam layanan transaksi



  • Cek saldo.

  • Ganti PIN ATM.

  • Transfer uang antar rekening Bank Syariah Mandiri.

  • Transfer uang antar bank anggota ATM Bersama.*)

  • Transfer uang antar bank melalui SKN.*)

  • Pembayaran zakat.

*) dalam pengembangan.



Syarat mendapatkan layanan MBG



  • Memiliki rekening tabungan atau giro BSM.

  • Memiliki BSM Card.

  • Menggunakan kartu ponsel berbasis GSM dan tersedia fasilitas GPRS.

  • Menggunakan ponsel berfasilitas GPRS.

  • Mengisi formulir permohonan BSM MBG.

Langkah-langkah Men-download Aplikasi BSM MBG



  • Aktifkan dahulu fasilitas GPRS kartu selular Anda.

  • Sesuaikan setting GPRS di ponsel dengan kartu selular yang dipakai.

  • Pastikan ponsel Anda adalah ponsel dengan kualifikasi MIDP 2 dan GPRS kelas 10.

  • Download aplikasi menu BSM MBG ke ponsel dengan alamat:‘mobile.syariahmandiri.co.id’

    dan pilih aplikasi Menu BSM Mobile GPRS.

[+/-] Selengkapnya...